Teng tong teng tong... Mohon perhatian bagi para pelajar. Sesungguhnya semester genap baru saja dimulai. Bagi yang duduk di kelas tiga, harap dipersiapkan untuk memasuki bimbel, try out, les, latihan soal untuk menghadapi UN (Ujian Nasional) HUAHAHAHAHAHA.
Kalau throwback di masa kelam sekolah dulu..... Atau tepatnya tiga tahun yang lalu juga gue pernah merasakan hal yang sama. (Oh, kenapa udah 3 tahun aja berlalu.... dan gue masih begini....). Mungkin ada beberapa teman yang sudah pakem atau paten atas cita-citanya. Contohnya yang ingin jadi dokter belajar mati-matian untuk masuk jurusan IPA dan untuk tes masuk universitas ternama yang udah di kotret sedari dini. Atau ada juga yang ingin jadi tentara melakukan hal yang sama untuk mencapai cita-citanya. Dan masih banyak lagi. Sedangkan gue waktu itu masih mikir pengen jadi apa.
Karena dari kecil berkecimpung di darah seni, pengen jadi seniman tapi di kekang oleh orangtua dengan alasan berbagai macam. Mungkin kalau dulu gue bilang ingin jadi designer orangtua gue masih bisa mempertimbangkan. Terus waktu SMP ikut theater, ingin jadi artis Menjelang kelulusan SMP gue ikut paduan suara (Sebagai suara Alto versi lipsync) gue ingin jadi artis tapi gak tega sama telinga para pendengar jadi gue mengurungkan niatnya. Terus gue masuk Sekolah Kejuruan dengan jurusan Akuntansi. Berubahlah lagi cita-citaku ingin jadi seorang akuntan di bank atau perusahaan besar. Tapi setelah belajar kewirausahaan semuanya berubah ketika negara api menyerang, cita-cita gue ingin jadi pengusaha. Tapi lagi-lagi gue gak dikasih izin untuk kuliah jauh-jauh karena gue anak bungsu dan wanita manis :') Padahal cita-cita gue dari sebelum TK pengen bikin doraemon.
Akhirnya gue lulus jurusan Akuntansi itu tahun 2012. Gue bingung mau daftar kuliah kemana sedangkan di sekolah gue karena sekolah kejuruan banyak banget perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Gue makin galau.
Disaat temen-temen gue pada mantap ngelamar kerja dan daftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri) Btw, gue baru tau kepanjangan singkatannya, gue gak ikutan keduanya soalnya gue lebih milih untuk ikutan tes CPNS di KEMENHUMKAN (Kementrian Hukum dan HAM).
Hasilnya?
HHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHHA.
Gagal.
Galau lagi.
Akhirnya gue memutuskan untuk kerja dan kuliah di tahun kedepannya sambil mikirin kamu mau masuk jurusan apa nanti kuliah, gue memutuskan untuk lanjutin jurusan semasa sekolah, yap. Akuntansi.
Selama setahun bekerja gue minta temen-temen gue untuk nyeritain apa sih yang ada di kuliahan dan gimana prosesnya, ternyata...... Dunia perkuliahan sebenarnya itu gak seindah dunia perkuliahan yang ada di pelem-pelem apalagi FTV Indonesia. Ah mungkin ini alasan gue waktu kecil ingin punya ibu peri. Dari situ gue mengurungkan niat untuk masuk reguler class, kayaknya kebanyakan banget waktu kosongnya, selagi hatiku kosong masa hariku harus kosong juga? :')
Setahun berlalu setelah menimbang berat badan gue galau.... BUKAAAAN!!! Maksud gue menimbang-nimbang jurusan mana yang bakal gue pilih. Akhirnya karena pilihannya hanya di jurusan Manajemen, Akuntansi, Ilmu Pemerintahan dan Hiubungan Internasional : Manajemen gue gak suka, Akuntansi akreditasinya belum bagus, Ilmu Pemerintahan masih dendam sama Kemenhumkam dan yaudah gue masuk HI aja. Jadi, kalau dosen gue nanya: Kenapa masuk HI? Temen-temen gue jawab : Ingin jadi Diplomat, Bu... Gue jawab: Ingin keliling dunia, Bu. Sungguh, jawaban yang mulia.
Entah karena polos atau terlalu bodoh gue pikir masuk HI itu belajar tentang negara mulai dari bahasa, kehidupan disana, kebudayaan, ekonominya dan sejarahnya sampai tempat pariwisatanya dan gue bisa jalan-jalan kesana..... Walaupun emang bener belajar itu semua tapi kenyataannya ekspetasi gue hancur berkeping-keping sama kayak waktu mau nikah sama kamu tapi gajadi... ternyata Semua mata kuliah yang harus gue pelajari 98% porsinya adalah politik.
OH, NUHUN.
![]() |
| Iya.................. Gini...................... |
POLITIC POLITIC POLITIC. I don't know its actually good or bad but all the things about politics can make me thinking like a fool. Lebih bodoh mikirin politik daripada mikirin kamu, Sumpah.
Jadi buat yang suka politik sih kayaknya asik-asik aja tapi bagi orang kaya gue yang sedari dulu baca berita aja gak pernah.... Serasa menjadi yang paling bego di kelas. Oranglain udah ngomongin X gue masih di huruf setengah A. Gue sedih.
Tapi ada temen gue yang kalau ada masalah apapun ngebela Indonesia. Terus gue masih inget debat tentang Indonesia yang gue kekeuh kalo Indonesia itu negara yang payah. Tapi temen-temen gue yang lain juga ngebelain dia. Berati kayaknya gue yang emang aneh. Kemudian gue bertobat dan memilih jalan yang lurus.
Gue suka bercandaan sama mamah "Mah, itu yang pada korupsi berati mending korupsi yang banyak aja yak sekalian, daripada sedikit dosanya sama aja kayakya hahahaha" Emak gue hanya bisa tersenyum. Ya gitudeh dulu gue gak suka banget denger berita soalnya kasus korupsi bertebaran yang bikin gue jadi gemes sendiri makanya gue lebih milih untuk tidak tau. Dan ternyata gue sadar itu salah, harusnya gue peduli apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan kemungkinan yang akan terjadi bagi negara kita. Kalau negara hancur, apakabar anak gue nanti, btw emang mau nikah sama siapa? :(
Sejak kuliah gue sering melakukan renungan malam sebelum tidur dan menuliskannya di hape dengan berbagai macam password soalnya kalo dibaca oranglain gue bisa-bisa nyilet-nyilet tangan gajah apalagi kalau kemudian hari dibaca lagi emang agak geli dan menjijikan dan cuma bisa ketawa dan ngaca "Kenapa gue dulu tuh enggak banget ya"... Ya.. jadi gue pernah nulis gini:
![]() |
Dilihat dari tanggal pembuatannya sangat terlihat betapa polosnya aku...........
Macam HVS yang belum di daur ulang
|
Sebenernya isi diary berupa notes gue itu masih panjang, but its too shameful to post.
Sejak avatar pengendali udara menghilang, gue mulai berusaha untuk suka sama apa yang ada di sekitar gue. Makanya sering-sering ya kamu ada di sekitar aku #kode. Gue mulai dari membongkar gudang nyari buku IPS dari jaman SD. Gue baca lagi oh kenapa gue lupa semuanya tentang kamu karena juga di sekolah kejuruan gue gak belajar IPS jadinya gue menggali lagi ingatan yang telah pudar, untung ini semua bukan tentang kamu, tapi tentang sejarah Indonesia dan Perang dunia. Damn gue harus mulai dari enol. Mungkin minus.
Dari situ biasanya pagi-pagi sambil sarapan gue nonton spongbob gue dipaksa nonton berita, Biasanya baca komik berubah jadi baca berita, biasanya baca novel dipaksa berubah untuk baca buku politik, biasanya nonton drama sekarang dipaksa untuk nonton sejarah dan politik, biasanya bareng kamu sekarang aku bareng politik. Pacaran sama politik dan mengamati hati dosen. Walaupun semuanya atas paksaan tapi gue sekarang menerima banyak feedback positifnya dan ke asikannya #DamnItsTrue.
Gue belajar apa yang gue enggak suka, apa yang harusnya gue tau dan cari tau, gue belajar apa yang seharusnya dilakukan dan masih banyak banget. Politik itu kayak crayon, warna-warni isinya. Politik itu kayak kuas, kalo kita oles bisa keliatan hasilnya bisa juga enggak. Politik itu kayak bungkusan cat yang kalo dibuka isinya baru keliatan warnanya. Politik itu kayak lukisan absurd pelukis terkenal, ada makna terselubung didalamnya. Jadi gue anggap aja politik itu seni. Soalnya gue suka seni................ Dan makan dan kamu.
Meski sekarang gue cuma masih bisa belajar dan belum bisa nunjukin rasa kasih sayang gue sama jurusan ini dan Indonesia dan kamu, suatu saat...... Pasti.
Ternyata gara-gara masuk jurusan ini, kayaknya cita-cita gue mengalami revolusi, lagi. Sekian.
P.S : Jadi buat anak kelas tiga yang masih bingung mau kemana udah lulus segeralah bertobat dari sekarang mumpung semester genap belum lama berlalu dan dia belum diambil orang lain. God bless you all, SIS-WA! *senyum pake bondu tanduk setan*




Tidak ada komentar:
Posting Komentar